Assalamualaikum
Mungkin inilah judul yang tepat untuk pemikiranku. mengapa zaman sekarang tidak ada orang yang sanggup menerima cobaan seperti nabi Ayub dan Ibrahim. kita tahu kedua nabi tersebut diberi Allah cobaan yang tertinggi
Ayub contohnya
hartanya hilang, penyakit kulit, anaknya juga hilang
Ibrahim contohnya
diberi cobaan untuk menyembelih anaknya Ismail
Sungguh luar biasa kedua nabi tersebut, namun adakah seseorang seperti kedua beliau pada zaman sekarang ini wallahualam
mampukah kita menghadapi hilangnya uang ratusan milyar rupiah, hilangnya rumah, hilangnya orang tua atau anak kita dimana kejadiannya berurutan ?
mungkin sebagian orang akan merasakan namanya depresi.
Zaman sekarang uanglah berkuasa, namun pernahkah teman-teman membayangkan jika suatu saat kita terpaksa kembali kezaman batu seperti melakukan barteran
ilustrasinya adalah seperti berikut
badu memiliki keahlian di bidang pangkas rambut sedangkan budi memiliki laptop, nah suatu hari karena budi ingin memiliki style model rambut terbaru maka ia barter dengan badu, badu memiliki laptop sedangkan budi memiliki style rambut baru.
mampukah teman
Inilah akibat uang berkuasa
hampir di semua negara kita temukan ketiga penyakit tersebut yaitu korupsi, kolusi dan nepotisme. bahkan mungkin di amerika juga memiliki penyakit tersebut. Mungkin teman pernah menonton film John Q (diperankan Denzel washington) yang menceritakan seorang ayah yang rela membajak sebuah rumah sakit dan hampir membunuh dirinya demi menyelamatkan jantung sang anak, dimana dia membutuhkan uang yang mahal untuk biaya donor anaknya.
Secara harfiah Korupsi adalah corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
Kolusi merupakan sikap dan perbuatan tidak jujur dengan membuat kesepakatan secara tersembunyi dalam melakukan kesepakatan perjanjian yang diwarnai dengan pemberian uang atau fasilitas tertentu sebagai pelicin agar segala urusannya menjadi lancar
Nepotisme berarti lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya. Kata ini biasanya digunakan dalam konteks derogatori.
Sebagai contoh, kalau seorang manajer mengangkat atau menaikan jabatan seorang saudara, bukannya seseorang yang lebih berkualifikasi namun bukan saudara, manajer tersebut akan bersalah karena nepotisme. Pakar-pakar biologi telah mengisyaratkan bahwa tendensi terhadap nepotisme adalah berdasarkan naluri, sebagai salah satu bentuk dari pemilihan saudara.
Kata nepotisme berasal dari kata Latin nepos, yang berarti "keponakan" atau "cucu". Pada Abad Pertengahan beberapa paus Katholik dan uskup- yang telah mengambil janji "chastity" , sehingga biasanya tidak mempunyai anak kandung - memberikan kedudukan khusus kepada keponakannya seolah-olah seperti kepada anaknya sendiri
(Sumber Id.Wikipedia.org)
Mungkin inilah pemikiranku saat ini.. pemikiran ini berawal ketika aku solat isya tadi malam. entah mengapa secara tanpa kusadari jiwaku tertarik kedalam lalu pemikiran ini muncul di otakku.
Wassalam
Cari Blog Ini
Iklan
Welcome
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar